Ahsana Rumah Murah Gresik

PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN UNTUK PROJECT RUMAH MURAH

  1. Siapakah Ahsana Property Syariah ?
    Jawab :

PT Ahsana Property Syariah adalah perusahaan Developer Property yang bergerak di Indonesia sejak 2014 dan konsisten mengembangkan Perumahan dan Villa dengan konsep kepemilikan murni secara Syar’i.

Project Ahsana Saat ini telah berkembang di banyak kota di Indonesia seperti Surabaya (Jemursari), Jakarta (Pondok Kelapa), Malang (Blimbing), Gresik (Kedanyang, Menganti), Tuban (Al Falah 1, Sleko, Perbon), Mojokerto (Tropodo, Gunung Gedangan, Pacet 1 & 2), Ngawi (Karangjati), Bekasi (Tarumajaya), dan Bandar Lampung.

Dalam pengembangan Project diatas, Ahsana berkomitmen tidak melibatkan Perbankan baik dari sisi permodalan hingga sisi jual beli. Hal ini karena Ahsana berpendapat bahwa tidak ada produk KPR Perbankan yang sesuai Syariah.

2. Apa itu Rumah Syariah?
Jawab :

Sistem property / Rumah Syariah adalah sistem pemilikan rumah yang menggunakan sistem syariah murni, tanpa keterlibatan pihak ketiga, baik Bank maupun Lembaga Keuangan yang lain.

Keuntungannya, pembeli hanya akan berhubungan dengan Developer
Sehingga keribetan keribetan yang biasa dialami ketika pengajuan KPR tidak terjadi disini.

Biaya – biaya yang biasa muncul ketika pengajuan KPR pun akhirnya tidak ada. Sehingga Pembeli sangat diuntungkan karena cukup membayar Uang Muka dan Pajak Jual Beli saja (dimana Pajak pun tidak harus dibayar dimuka), tanpa harus menyiapkan dana untuk pengajuan KPR BANK yang biasanya cukup besar.

Sistem Kepemilikan Rumah Syariah ini menggunakan prinsip harga sesuai syariah dimana antara pembeli dan penjual menyepakati satu harga saja, untuk kemudian harga inilah yang dijadikan patokan dalam transaksi
Sebagai contoh, disepakati harga rumah tipe 36/60 seharga 240juta untuk cicilan 15 tahun, dimana DP 40jt. Maka sisa harganya, yaitu sebesar 200juta dicicil selama 15 tahun / 144bulan

3. Apa syarat bisa membeli secara kredit di perumahan ini ?

Jawab : syaratnya sederhana, anda mampu membayar.

Setiap calon pembeli cukup menyediakan Uang Muka dan kemampuan Cicilan setiap Bulan, maka kami 99,9% akan me-ACC pengajuan KPRnya.

Sudah banyak terbukti di seluruh Project Ahsana, pembeli kami datang dari para pedagang kaki lima, hingga wiraswasta yang secara umum tidak memiliki persyaratan persyaratan yang cukup utk pengajuan KPR, toh tetap bisa membeli dan menikmati rumah idaman mereka.

Meskipun di awal pengajuan KPR kami tetap meminta kelengkapan data dan survey, kami bukan lembaga keuangan yang terkoneksi dengan BI Rate dan semacamnya, sehingga lebih mudah, simpel dan kekeluargaan. Kami lebih mengedepankan silaturahmi dengan calon pembeli.

Dari 600 project yang kami tangani, belum pernah ada satupun pengajuan KPR yang kami tolak.

Menarik bukan ?

4. Apa yang dijaminkan, apakah tanpa jaminan ?
Jawab :

Tidak ada dan tidak diperlukan sistem penjaminan dalam KPR kami.

5. Apakah itu artinya sertipikat akan langsung didapatkan oleh pembeli meski kredit ?

Jawab : ya, sertipikat begitu selesai proses pemecahan akan diberikan kepada pembeli. hanya saja, prosesi balik nama tidak bisa dilakukan karena aturan Negara yang melarang dilakukannya balik nama apabila suatu transaksi property belum lunas.

6. Kok enak sekali, dengan sistem sertipikat tidak ditahan itu apakah tidak merugikan Developer ?

Jawab : untuk lokasi-lokasi tertentu, kami akan melakukan permintaan jaminan pengganti. Bisa itu berupa sertipikat tanah lain, BPKB Kendaraan, atau yang lain. meski tidak senilai, itu tetap bisa kami terima.

Untuk project rumah murah / Subsidi, kami memang benar tidak meminta jaminan apa apa

7. Bila terjadi gagal bayar, bagaimana sistemnya ? Apakah rumah akan disita ?

Jawab : Bila terjadi gagal bayar, tidak akan dilakukan penyitaan terhadap unit rumah yang dibeli, karena dalam sistem kami, rumah yang dibeli dan sertipikat rumah tidak dijadikan sebagai agunan / jaminan kesepakatan kredit.

Untuk menyelesaikan sisa hutang dikarenakan terjadinya gagal bayar, maka atas kesepakatan kedua belah pihak akan dilakukan penjualan asset yang dimiliki pembeli untuk digunakan membayar hutang. Asset yang dimaksud bisa berupa rumah yang dikredit, atau asset lain yang sekiranya sesuai dengan hutang yang tersisa.
Penjualan asset dilakukan sendiri oleh pemilik asset / pembeli rumah, dan penetapan harga asset ada pada pemilik asset, bukan pada developer.
Apabila setelah asset terjual, terjadi kelebihan hasil dibandingkan hutang, maka kelebihannya dikembalikan ke pembeli.

Contoh, bila rumah yang dijual laku seharga 400 juta, sedangkan hutang hanya 150 juta, maka yang kami minta ya sebesar hutangnya, yaitu 150jt. selisihnya yaitu 250 juta akan dikembalikan / tetap menjadi milik pembeli.

8. Bagaimana Dengan Spesifikasi Bangunan ?
Jawab :

Berikut Spesifikasi Bangunan  (tentative, masih bisa berubah meski gak banyak)
Pondasi : Batu Kali / Batu Kumbung
Dinding : Bata Merah / Bata ringan / Precast
Plafon : Eternit rangka kayu local / hollow
Lantai : Keramik 30×30
Lantai KM : keramik 20×20
Kusen : Beton
Pintu : Double Triplek Cat putih
Sanitair : Toilet Jongkok
Rangka Atap : Kayu Lokal / galvalum
Penutup Atap : Genteng Beton Gelombang
Listrik : 900 watt / sesuai paket PLN

Tembok kiri / kanan : Doble Bata

Tembok Pagar Belakang Rumah : Doble bata setinggi 1,8 meter setiap rumah

Bila yang Anda tanyakan adalah terkait Kualitas Bangunan, maka Ahsana Property Syariah akan berusaha menjamin bahwa rumah yang Anda beli terjaga kualitasnya. Berbeda dengan Developer lain yang menyerahkan pembangunan rumahnya pada kontraktor (dialih tugaskan), kami mengambil pendapat bahwa harus kami sendiri sebagai Developer yang membangun rumah, karena kepada kami-lah pesanan rumah diberikan.

9. Apakah Semua Type sama ? Apa yang membuat harganya dan DPnya Berbeda?
Jawab :

Screen Shot 2017-12-13 at 3.58.15 PM

Semua type sama, yaitu 36/60. Total semua project adalah sekitar 500 unit rumah.

Penjelasan tentang DP adalah sebagai berikut :

  1. DP 13 juta hanya tersedia 30 unit posisi paling belakang dari pintu masuk

  2. DP 19,5jt hanya tersedia 80 unit, posisi sedikit maju dibandingkan nomer 1.

  3. DP 26jt hanya tersedia 100 uniy, posisi maju lagi dibandingkan nomer 2.

  4. DP 32,5jt hanya tersedia 120 unit, posisi lebih maju dibandingkan nomer 3.

  5. DP 39jt tersedia 170 unit, posisi cluster paling depan dari pintu masuk

Semua produk dipasarkan secara bersamaan, dan diharapkan laku secara bersamaan pula. Tidak ada yang ditunda pemasarannya.

10. Bagaimana dengan waktu pembangunan rumah ?
Jawab :

  1. bulan 1 – 5 setelah perijinan selesai, dibangun 260 unit rumah DP tertinggi

  2. bulan 6- 10 dibangun 69 unit rumah DP dibawahnya

  3. bulan 11-15 dibangun 69 unit rumah DP selanjutnya

  4. bulan 16-20 dibangun 69 unit rumah DP selanjutnya

  5. bulan 21-25 dibangun 33 unit rumah tersisa

 

11. Ketika DPnya besarannya sama, siapa yang memutuskan rumah mana yang dibangun lebih dulu dan rumah mana yang dibangun lebih akhir ?
Jawab :

Diputuskan dengan cara :
1. Siapa yang booking lebih dulu
2. Undian
3. Menambah Pembayaran dengan mempercepat cicilan 6 bulan.

 

CONTOH :
Pembeli A membayar DP 13 JUTA, dan ketika diundi, dia mendapat giliran pembangunan pada bulan ke 21. Sementara dia ingin dibangun pada bulan ke 16. Maka dia selain membayar DP, dia bisa menambah uang sebesar 6 x cicilan. yaitu senilai 8,5 juta.

Nah, apabila ada 1 orang yang berani menambah uang ini, maka akan ada orang lain yang ketika undian awal dapat pembagunan bulan ke 16 menjadi mundur ke bulan 21. Cara mendapatkan siapa yang akan mundur, ya diundi juga.

Dengan sistem ini, pembeli yang ingin mendapat prioritas pembangunan bisa melakukan tindakan pilihan, meski tanpa perubahan harga, karena yang dia bayar adalah percepatan cicilan.

Yang dimaksud dengan percepatan cicilan bukan berarti setelah itu dia libur nyicil, melainkan dia telah membayar 6 bulan cicilan pada akhir periode. Artinya, setelah bayar DP 13 juta, plus percepatan cicilan 8,5 juta, dia tinggal meneruskan cicilan 1,4jt selama sisa periode yaitu 14 tahun 6 bulan.

12. Rumah Syariah subsidi ? FLPP ? Apanya yang disubsidi ? Kan gak pake Bank ?
Jawab :
FLPP adalah kependekan dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Benar, rumah subsidi biasanya merupakan Developer yang mengajukan KPR menggunakan Bank BTN / BTNSyariah. Karena dengan menggunakan bank tersebut, maka pembeli mendapatkan “subsidi bunga” yang tadinya berkisar 9 – 12 % menjadi flat 5% . Juga biasanya Developer pun mendapatkan subsidi dana infrastruktur dan pengadaan listrik, itupun disalurkan pula melalui BTN.

Tentunya, perumahan Syariah tanpa Bank tidak bisa mendapatkan hal itu. Tetapi, yang kita dapatkan adalah “Subsidi Pajak” .

Untuk diketahui, bila project Real Estate / Rumah Mewah – Menengah maka pajak PPN + PPH Final sekitar 12,5 – 15% dari harga cash.
Sementara itu, bila Rumah yang dijual harga cashnya sesuai peraturan Pemerintah tentang Rumah Subsidi, yaitu 130 juta dengan type maksimal 36 dan luas lahan maksimal 60 m2 , maka pajak PPN 0% dan PPH Final 1% dari harga cash. Dan pajak ini, dibayar oleh pembeli.

Berikutnya, syarat dan ketentuan atas rumah subsidi Disini juga berlaku. Apa saja ?
o WNI dan berdomisili di Indonesia
o Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
o Pemohon maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah
o Gaji / penghasilan pokok tidak melebihi :
o Rp. 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak
o Rp. 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
o Atau maksimal gaji/penghasilan pokok sesuai ketentuan pemerintah
o Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
o Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku

Bila terbukti ini adalah rumah pembelian kedua, atau tidak sesuai dengan persyaratan diatas, maka Pajak kembali menjadi 12,5 – 15 % dari harga cash.

Itulah mengapa project ini masih menggunakan kata “Subsidi” .

13. Bagaimana dengan perijinan ?
Jawab :

Benar, ini merupakan masalah yang biasa muncul ketika project rumah murah digelar. Rumah murah itu kan harus dapat lahan yang murah. nah, lahan yang murah lokasinya selalu agak pedalaman, dan biasanya secara perijinan sulit karena sering kali masuk ke lahan hijau (artinya, peruntukan lahan adalah pertanian dan tidak boleh dibangun rumah. Kalo yang boleh dibangun rumah, disebut lahan kuning). Alhamdulillah, untuk lokasi Masangan sudah dicek perijinan dan aman.

14. Bagaimana Bila kemudian saya tertarik membeli?
Jawab :

  1. Pada Project yang sudah berjalan, Anda akan diminta membayar Uang Tanda Jadi (UTJ) 1,5jt (Rumah Subsidi) atau 10jt-20jt (Rumah Mewah). Kemudian kami akan memproses pengajuan KPR Anda. Selanjutnya, bila dinyatakan diterima, Anda tinggal Akad Kredit di Notaris yang kami tunjuk dan melunasi uang muka.

  2. Pada Project yang belum berjalan, atau masih tahap survey, Anda bisa memberikan data Survey sesuai yang Anda miliki via Whatsapp team Marketing ataupun via Online (Google Formulir).

Selanjutnya, saat project dinyatakan dibuka, Anda akan dihubungi untuk melanjutkan ke poin 1 (membayar UTJ dst) atau membatalkannya.

Saat pengisian data Survey Anda lakukan, hal tersebut belumlah menjadi Akad / Perjanjian sehingga Anda berhak utk tidak ikut serta bila kemudian tidak tertarik.

Anda tertarik untuk melanjutkan, dan mengisi Survey Calon Pembeli?

Silakan klik : Disini

Advertisements